html5

Pembinaan Empat Lingkungan Peradilan Se Wilayah DKI Jakarta

Jakarta | Jum'at, 14 Desember 2018

Pembinaan Hakim Se DKI Jakarta3

Aparatur pengadilan dari empat lingkungan peradilan se-wilayah DKI Jakarta mengikuti acara Pembinaan Teknis dan Administrasi Yudisial dari Pimpinan Mahkamah Agung  pada hari Jum'at 14 Desember 2018 di ball room Hotel Swis Bell Jakarta.  Sebanyak  385 Jumlah peserta yang hadir dalam acara tersebut terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Hakim Ad Hoc, Panitera dan Sekretaris dari Pengadilan Tingkat Pertama dan Pengadilan Tingkat Banding di wilayah DKI Jakarta dan juga para Ketua Pengadilan Tingkat Banding di seluruh Indonesia. Pembinaan di Jakarta ini merupakan pembinaan yang kedua kalinya di tahun 2018 ini, sebelumnya dilakukan pada bulan Maret 2018, hal ini dilakukan karena tugas aparatur pengadilan di wilayah Jakarta sangat berat dan karena perkara–perkaranya sangat sensitif.

Pembinaan Hakim Se DKI Jakarta2

Dalam sambutannya Ketua Mahkamah Agung, Bapak Prof Dr. M. Hatta Ali, SH., MH., menginggatkan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa apabila sudah merasa berat dalam menjalankan tugasnya / banyak godaannya untuk segara mengajukan pengunduran diri untuk ditempatkan ditempat lain. Hatta mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena masih adanya aparatur pengadilan yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pembinaan Hakim Se DKI Jakarta

Bapak Prof. Dr. Hatta Ali, SH., MH. menambahkan bahwa banyaknya capaian yang telah diraih oleh Mahkamah Agung, baik prestasi ataupun inovasi menjadi sirna oleh segelintir orang yang melakukan penyimpangan, Seperti pepatah yang mengatakan nila setitik rusak susu sebelanga. Mantan Ketua Muda Pengawasan tersebut menyarankan agar promosi dan mutasi hakim, panitera dan sekretaris serta pejabat eselon I melalui fit and proper test dan agar regulasi tentang pengawasan menjadi prioritas yang utama.

Di acara pembinaan yang juga dihadiri oleh para pejabat Eselon I dan II di lingkungan Mahkamah Agung ini Ketua MA meminta agar setiap aparatur bisa saling mengingatkan satu sama lain tentang kode etik hakim dan pegawai.