ALUR PENANGANAN PENGADUAN di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta :

1. Laporan Pengaduan diterima di Bagian Umum lalu diserahkan ke Wakil Ketua Pengadilan Tinggi melalui Panitera/Sekretaris.

2. Setelah ada disposisi dari Wakil Ketua dan Panitera Sekretaris diserahkan ke Kepaniteraan Hukum.

3. Oleh kepaniteraan hukum surat pengaduan tersebut di tulis di dalam agenda surat masuk pengaduan yang terpisah dari agenda surat masuk kepaniteraan hukum.

4. Setelah itu di buatkan Formulir Pengaduan yang didalamnya tertulis antara lain No penerimaan pengaduan, identitas pelapor dan terlapor, jenis yang diadukan. Formulir tersebut diserahkan kepada Wakil Ketua Pengadilan Tinggi untuk dimintakan Disposisi.

5. Disposisi dari Wakil Ketua Pengadilan Tinggi diserahkan kepada Hakim Tinggi Pengawas Daerah untuk ditelaah apakah pengaduan tersebut dapat di tindaklanjuti atau tidak.

6. Apabila tidak ditindaklanjuti berdasarkan telaahan Hakim Tinggi Pengawas Daerah dibuat Surat pengantar kepada Ketua Pengadilan Tinggi yang di tanda tangani oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi yang isinya pengaduan tersebut tidak dapat di teruskan dan di simpan di arsip pengaduan.

7. Tetapi apabila pengaduan tersebut di tindaklanjuti akan dibuatkan surat tugas untuk memeriksa pelapor dan terlapor untuk kemudian hasil pemeriksaan di kirim ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung.

8. Apabila pengaduan tersebut dikirim dari Badan Pengawasan Mahkamah Agung maka Pengadilan Tinggi langsung membentuk team pemeriksa Hakim Tinggi Pengawas sesuai dengan wilayahnya masing-masing.

9. Setelah ada hasil pemeriksaan dan berita acara pemeriksaan maka laporan tersebut dikirim ke Badan Pengawasan Agung.