Pengadilan Tinggi Jakarta (Rabu, 28/10/2011), menyelenggarakan Upacara Pengambilan Sumpah Jabatan, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara Bapak Siswandriyono, SH., M.Hum., menggantikan Bapak Dr. H. Zainuddin, SH., M.Hum., yang dipromosikan menjadi Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Makassar. Acara dilaksanakan di aula serbaguna lantai 6 Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

 

 

Acara Pelantikan ditandai dengan dibukanya Sidang Luar Biasa oleh Majelis yang terdiri dari Ketua Pengadilan Tinggi Bapak Asnyahrul, SH., M.Hum.,sebagai ketua Majelis serta Hakim Tinggi Ibu HJ. Jurnalis Amrad, SH., MH dan Achmad Sobari, SH., sebagai anggota Majelis, setelah pembacaan surat keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 19/DjU/SK/Kp.04.5/VII/2011, oleh Panitera dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta yang baru oleh Ketua Majelis dilanjutkan dengan serah terima Jabatan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang lama kepada ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang baru dengan penandatangan berita acara Serah Terima Jabatan.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, mengucapkan selamat kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang baru atas promosi yang didapat, semoga yang bersangkutan dapat mengemban tugas dengan baik atas kepercayaan dan amanat yang telah diberikan. Kemudian Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta atas nama Mahkamah Agung RI mengucapkan Selamat dan terima kasih Kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang lama sehubungan dengan tugas yang telah di emban selama ini dalam memimpin Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta berdasarkan hasil pengamatan reguler yang dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta terhadap Pengadilan Negeri se- DKI Jakarta beberapa bulan yang lalu, menemukan beberapa hal yang memerlukan pembenahan baik di bidang administrasi persidangan, admininistrasi perkara dan administrasi umum. Begitu pula di bidang manajemen peradilan baik perencanaan, pelaksanaan tugas, evaluasi dan kontrol. Beliau menghimbau agar Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Ketua Pengadilan Negeri, Panitera/Sekretaris dan seluruh Pejabat Kepaniteraan dan Kesekretariatan se- DKI Jakarta untuk melaksanakan pengawasan melekat secara efektif di lingkungan masing-masing, pengawasan melekat ini adalah pembinaan dan pengendalian.

Pentingnya posisi pengadilan dan Hakim di Indonesia yang sangat terhormat, sakral dan transendental. Sejalan dengan topik tersebut, pada kesempatan kali ini Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta, membuka sambutannya dengan mengutip dari Prof. Mark Costanzo bahwa "Persidangan adalah sebagian dari sistem peradilan yang paling visible tetapi di luar persidangan kita akan menemukan bahwa sistem hukum sarat dengan masalah-masalah psikologis". Beliau mengingatkan kepada para Hakim untuk memahami masalah psikologis yang kerap dihadapi dalam Jabatannya sebagai Hakim. Peranan dan kaitan disiplin Ilmu Hukum dengan Psikologi dijelaskan dalam beberapa butir, yaitu:

1. Bagaimana kemampuan Psikologis seorang Hakim sebagai Ketua Majelis berkomunikasi dengan para Anggota Majelis dan Panitera Pengganti.

2. Bagaimana kemampuan Psikologis Majelis Hakim dalam memimpin dan mengendalikan persidangan. Dalam mengendalikan persidangan Hakim perlu memahami Psikologi Sosial, Psikologi Massa dan Psikologi Individu kaitannya untuk menghadapi kericuhan-kericuhan emosi dan meredam kerusuhan massa yang mungkin terjadi di lingkungan persidangan.

3. Bagaimana kemampuan Psikologis Hakim dalam memimpin, menentukan arah persidangan dan dalam menghadapi penuntut umum, para pengacara, para saksi di persidangan untuk tidak mudah terpancing emosinya untuk berdebat.

4. Bagaimana kemampuan Psikologis Majelis Hakim dalam menempatkan posisi ketika memeriksa terdakwa dan dalam memeriksa saksi.

Upacara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara ditutup dengan pembacaan doa dan pemberian ucapan selamat yang diawali oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta beserta Ibu, diikuti Anggota Majelis Hakim, para Hakim dan para undangan yang hadir.